Kegagalan dan Harapan


Pengalaman saya dimulai dari tahun 2022 mulai dari saya lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas, saya memutuskan untuk tidak mengambil SNMPTN dikarenakan proyeksi saya kedepan adalah untuk menjadi TNI.
Perjalanan ini dimulai jauh bahkan sebelum saat saya lulus, saya telah mempersiapkan banyak hal di segala aspek seperti kesehatan jasmani dan mental ideologi. Di tahun pertama saya saat tahun 2022 untuk pertama kali nya saya merasakan atmosfer yang begitu berbeda yang belum pernah saya alami sebelum nya yaitu atmosfer kompetisi yang sangat panas diantara semua CATAR(calon taruna) semua orang dari latar belakang yang berbeda beda berkumpul menjadi 1 dengan tujuan yang sama yaitu menjadi kebanggaan setiap keluarga.
Di tahun pertama usaya saya tidak terlalu mulus dikarenakan tahun yang sangat chaos dan padat bagi saya untuk mempersiapkan berbagai hal, saya gagal di tahun ini. Kemudian di 2023 saya mendaftar untuk kedua kali nya dengan berbagai persiapan yang matang serta strategi untuk lanjut ke tahap tahap berikutnya, tahap pertama saya lalui dengan sangat lancar bahkan memuaskan hingga saya sampai ke tingkat daerah dimana tingkat kesulitan seleksi sangat ketat dan saling menjatuhkan satu sama lain. Hasil ini di tutup dengan hasil dramatis yaitu saya lanjut ke tahap akhir, dengan bahagia dan semangat yang optimis untuk menjadi TNI saya berangkat ke tahap akhir.
Di tahap akhir ini semua keringat doa dan impian setiap calon hanya ditentukan di 14 hari pertama di bulan Juni, selanjutnya kita hanya bisa pasrah dan optimis serta memperbanyak doa agar hasil yang didapat memuaskan dan dapat lulus, namun kita hanyalah manusia biasa yang hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan. Di tahap ini saya gagal dan pulang dengan penuh rasa kecewa dan marah serta bertanya tanya apakah Masi ada hal yang kurang dari seluruh usaha saya.


Postingan populer dari blog ini

Demo 17+8 DPR Agustus-September(Masih berlangsung)