Demo 17+8 DPR Agustus-September(Masih berlangsung)

DEMO 17+8 Agustus - September 2025

Demo yang dilakukan oleh mahasiswa pada bulan agustus lalu terkait tunjangan dpr yang tidak masuk akal dan terjadinya pembunuhan rekan ojol saat hendak melintas pada demo sehingga terlinda kendaraan taktis rantis, atas dasar ini lah demo masi berlangsung hingga sekarang berikut adalah bagian"nya

  1. Latar belakang

Terkait tunjangan dpr yang sangat melonjak tinggi di tengah ekonomi masyarakat dimana kebutuhan meningkat tetapi daya beli berkurang karena ketidakstabilan ekonomi saat ini dan juga kenaikan pajak bumi dan bangunan yang mencapai angka tertinggi dari tahun sebelumnya juga ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah mencakup isu ekonomi, hukum bahkan kesenjangan sosial. Dan respon masyarakat terhadap meninggal nya affan kurniawan(driver ojol) memicu kemarahan massa dan mempertanyakan dimanakah letak HAM tersebut di negeri ini?

2.Tuntutan 17+8

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh teman teman mahasiswa dan masyarakat umum agar menyegerakan 25 tuntutan ini pada tanggal 5 september lalu, namun hingga saat ini belum ada respon yang jelas dari pihak aparat maupun pemerintah. Tuntutan jangka pendek ini antara lain berisi

A.Menarik TNI dari pengamanan sipil

B.Membekukan atau membuat tinjauan ulang terhadap kenaikan gaji dpr dan tunjangan

C.Membebaskan demonstran yang di tahan oleh pihak kepolisian

D.Meningkatkan upah layak untuk setiap lapangan pekerjaan dan terciptanya lapangan pekerjaan yang memadai

Sedangkan untuk tuntutan jangka panjang akan saya ringkas sebagai berikut:

a. Reformasi besar besaran dpr

b.reformasi partai politik dan pengawasan

c.Menyusun ulang rencana reformasi di bidang perpajakan sehingga lebih adil dan transparah

d. Sahkan dan tegakkan UU perampasan aset koruptor

e.Reformasi kepolisian agar profesional dan humanis terhadap para demonstran

Dari 17+8 tuntutan diatas massa tetap menjalani demo diberbagai kota kota besar diantaranya adalah jakarta surabaya dan bandung bentrokan antar aparat keamanan dengan lapisan masyarakat yang berujung banyak nya korban berjatuhan. Pembakaran gedung dpr daerah dan perusakan fasilitas umum menjadi sorotan tersendiri pada para pembaca koran sehingga di daerah istimewa yogyakarta pada saat demo di malam hari sultan Hamengkubuwono IX turun tangan dan mengajak para demonstran agar tidak

Postingan populer dari blog ini

Kegagalan dan Harapan